Sekali lagi, awalan yang selalu gue pake di setiap blog, it's been a decade since I wrote! LOL
Sekarang, gue mau ngebahas hal yang lagi aktual di jaman sekarang, tahun dua ribu sebelas. Bukan hanya terjadi dalam dunia selebritis, tetapi juga tidak jarang terjadi di dunia kaum awam seperti kita. Yaitu: Perceraian.
Sekarang, kata itu udah nggak asing lagi di telinga kita. Baik kalangan selebritis, pemerintah, bahkan sampai kerabat kita sendiripun mengalami itu. Perceraian. Hmm, kadang-kadang gue penasaran sama apa yang dibenak orang-orang pada saat memutuskan untuk bercerai.
Gue nggak tau untuk agama lain ya, tapi kalo di agama gue, Katolik, perceraian itu adalah hal yang haram, yang tidak akan pernah dibolehkan oleh Tuhan. Masalahnya, pernikahan itu kan hal yang sakral. Kita bersumpah pada Tuhan bahwa kalian akan terus bersama sampai maut memisahkan kita. Apa sekarang kata-kata itu, cuma kita ucapkan dalam mulut? Cuma kata yang kita keluarkan secara basa-basi, hanya ingin supaya prosesi pernikahan berlangsung dengan cepat dan kalian bisa menikmati malam pertama?
Apakah arti sumpah itu untuk orang-orang jaman sekarang?
Gue nggak bisa mengomentari alasan perceraian bagi umat manusia tahun dua ribu sebelas. Ada yang selingkuh, kekerasan dalam rumah tangga, dan berbagai hal lainnya. Yang bisa gue komentari adalah, apa kalian nggak berpikir masak-masak sebelum memutuskan untuk menikah?
Bagi gue, alasan, "Yah, gue kan nggak tau. Kan waktu pacaran dia nggak seperti itu, mana gue tau?" Itu ngarang banget. Karena apa? Kalian tau kan, menikah itu seharusnya hanya terjadi sekali seumur hidup. Dia akan menjadi pasangan yang akan menemani seumur hidupmu. Sampai kau meninggal. Yap.
Bukankah seharusnya kalian berpikir seribu, sampai sejuta kali sebelum menikahi orang itu? Bukankah seharusnya kalian mencoba mengetahui sifatnya terlebih dahulu sebelum menikah? Bukankah seharusnya kalian tidak menutup mata akan keburukannya? Bukankah seharusnya kalian lebih berpikir secara logis, sebelum bertindak?
Apa anda bisa menjawab?
Dan yang makin menggelikan, sekarang perceraian sudah menjadi seperti tren jaman sekarang. Nggak cerai? Nggak gaul. Kuno. Gue agak bingung melihat orang yang menceritakan perceraiannya dengan santai. "Eh, gue udah cerai sama si dia. Dia selingkuh! Apa banget kan?"
Bagi orang yang sudah punya anak, bukankah perceraian akan menimbulkan masalah pada mental bagi anak kalian? Tidakkah kalian tau, bahwa sebagian besar anak muda pengidap narkoba adalah karena orangtuanya bercerai?
Gue cuma pengin nasihatin, oke, gue masih muda, tapi gue berkata jujur dan secara logis, jangan berpikir terlalu cepat untuk menikah. Karena sejujurnya, perceraian tidak akan menambah untung untuk kalian. Perceraian hanya akan menambah dosa.
Until death do us apart?
Ah, kuno lo.
Regards,
Chika.
Sekarang, gue mau ngebahas hal yang lagi aktual di jaman sekarang, tahun dua ribu sebelas. Bukan hanya terjadi dalam dunia selebritis, tetapi juga tidak jarang terjadi di dunia kaum awam seperti kita. Yaitu: Perceraian.
Sekarang, kata itu udah nggak asing lagi di telinga kita. Baik kalangan selebritis, pemerintah, bahkan sampai kerabat kita sendiripun mengalami itu. Perceraian. Hmm, kadang-kadang gue penasaran sama apa yang dibenak orang-orang pada saat memutuskan untuk bercerai.
Gue nggak tau untuk agama lain ya, tapi kalo di agama gue, Katolik, perceraian itu adalah hal yang haram, yang tidak akan pernah dibolehkan oleh Tuhan. Masalahnya, pernikahan itu kan hal yang sakral. Kita bersumpah pada Tuhan bahwa kalian akan terus bersama sampai maut memisahkan kita. Apa sekarang kata-kata itu, cuma kita ucapkan dalam mulut? Cuma kata yang kita keluarkan secara basa-basi, hanya ingin supaya prosesi pernikahan berlangsung dengan cepat dan kalian bisa menikmati malam pertama?
Apakah arti sumpah itu untuk orang-orang jaman sekarang?
Gue nggak bisa mengomentari alasan perceraian bagi umat manusia tahun dua ribu sebelas. Ada yang selingkuh, kekerasan dalam rumah tangga, dan berbagai hal lainnya. Yang bisa gue komentari adalah, apa kalian nggak berpikir masak-masak sebelum memutuskan untuk menikah?
Bagi gue, alasan, "Yah, gue kan nggak tau. Kan waktu pacaran dia nggak seperti itu, mana gue tau?" Itu ngarang banget. Karena apa? Kalian tau kan, menikah itu seharusnya hanya terjadi sekali seumur hidup. Dia akan menjadi pasangan yang akan menemani seumur hidupmu. Sampai kau meninggal. Yap.
Bukankah seharusnya kalian berpikir seribu, sampai sejuta kali sebelum menikahi orang itu? Bukankah seharusnya kalian mencoba mengetahui sifatnya terlebih dahulu sebelum menikah? Bukankah seharusnya kalian tidak menutup mata akan keburukannya? Bukankah seharusnya kalian lebih berpikir secara logis, sebelum bertindak?
Apa anda bisa menjawab?
Dan yang makin menggelikan, sekarang perceraian sudah menjadi seperti tren jaman sekarang. Nggak cerai? Nggak gaul. Kuno. Gue agak bingung melihat orang yang menceritakan perceraiannya dengan santai. "Eh, gue udah cerai sama si dia. Dia selingkuh! Apa banget kan?"
Bagi orang yang sudah punya anak, bukankah perceraian akan menimbulkan masalah pada mental bagi anak kalian? Tidakkah kalian tau, bahwa sebagian besar anak muda pengidap narkoba adalah karena orangtuanya bercerai?
Gue cuma pengin nasihatin, oke, gue masih muda, tapi gue berkata jujur dan secara logis, jangan berpikir terlalu cepat untuk menikah. Karena sejujurnya, perceraian tidak akan menambah untung untuk kalian. Perceraian hanya akan menambah dosa.
Until death do us apart?
Ah, kuno lo.
Regards,
Chika.
