Underwater

Underwater
Life is meaningless only if we allow it to be. Each of us has the power to give life meaning, to make our time and our bodies and our words into instruments of love and hope. - Tom Head

chika's story

let the story begin (:

28.5.10

Think. Feel. Do.

Hello! (: ternyata gue bisa nge-post sering2 juga hahaha.

anyway, I'm not going to talk about that.
Quotes yang lo baca di atas itu quotes favorit gue sejak hari ini. Quotes ini gue dapet dari Uncle Peter. Who is Uncle Peter? O-oh it's a very long story.
But, I'll tell you.

Gue dulu punya tetangga. He's from New Zealand, Wayne. I called him Uncle Wayne. He's nice. V-e-r-y nice. Kalo ketemu gue, dia selalu ngomong, "Hi Barb!" Barb for Barbie, or Barb-y? I don't know. It's Australian accent. Beliau itu orang yang ramah banget. Setiap orang yang lewat di sana pasti disapa. He's very kind you know? Although I called him "Uncle", but for me he's my grandfather. I love him a bunch! I'm not good in English, and he understands.
Dia juga berteman akrab sama ortu gue. But, there's always sad things behind happy things. Beliau divonis kanker paru-paru stadium akhir. Dan umurnya tinggal... yah, nggak lama. We're very unhappy.

Dan lo tau apa yang gue kagum dari dia? Dia nggak putus asa. Dia tetep senyum seperti biasa. He's a poor man. His family didn't care about him. Dari dia sekarat, nggak ada satupun keluarga yang ngurusin dia, tapi ortu gue. Ortu gue yang bikinin dia makan, kopi, yeah some stuff. Bahkan keluarga gue yang ngelap ompolannya saat dia bahkan nggak bisa jalan lagi. And where's his family? I don't know. Bener-bener nggak ada keluarga yang ngurus dia lho. We contacted his family, but they were said "We can't". ANAK PEREMPUANNYA ngomong kayak gitu. Bayangin nggak gimana rasanya jadi Uncle Wayne?

Sampe akhirnya dia nggak tahan lagi, baru dia dibawa ke RS. Dan saat sekaratnya, sahabat-sahabatnya dateng ngunjungin dia. Baca: sahabat-sahabatnya. Nggak ada hubungan darah!! Bener-bener ngeselin kan keluarganya?
Dan dari situ gue kenal Uncle Peter, Uncle Darryl, Uncle Arawah, and Auntie Carol. We talked a lot. And we become a family!
Ada Russel, I forgot who he is, ngomong gini ke Uncle Wayne, "You lucky to have a neighbor like them." Dan Uncle Wayne marah sambil ngomong, "Don't be a fool. They're not my neighbor. They're my family!"
Gue nangis pas denger itu.
Akhirnya... Uncle Wayne meninggal.
Well, I don't want to remember that. I still crying if I remember Uncle Wayne. So, let's skip it.

Anyway, kita makin deket sama Uncle-Uncle itu. Dari situ kita kenal Uncle John, (another) Uncle Peter, Auntie Jan, Auntie Julie, and Auntie Simone. Mereka baik banget. Logikanya, kita bukan keluarga. Nggak ada hubungan darah kan? Tapi mereka mau menjalin bisnis sama kita, mengobati Mama, memberi Oddy laptop. And bunch another great things. We just don't believe it. They're not literally my family? But they do care about us.
Well, it called solidaritas. ((:

Yeah, that's the story. Sekarang Uncle Peter ama Auntie Simone lagi di Bali, and we enjoyed our time together. Next Sunday, we will go surfing! Yipi!
Anyway, Quotes "Think. Feel. Do." ada kepanjangannya lho.

You think you can do it. You feel you can do it. Then, you can do it.

ciao :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar